cc35
kesepakatan iklim

Kebangkitan CC35 dan bisnis di balik kesepakatan iklimnya

30 Dec 2025 Nofita Ikayanti 36 Views

BARCELONA — Investigasi Mongabay mengungkap dugaan konflik kepentingan, praktik tidak transparan, dan penyalahgunaan posisi dalam kesepakatan kredit karbon senilai US$200 juta yang menargetkan kawasan hutan Gran Chaco di Provinsi Santiago del Estero, Argentina. Gran Chaco, hutan kering terbesar kedua di Amerika Selatan setelah Amazon, terus tertekan deforestasi akibat ekspansi pertanian, dengan kehilangan sekitar seperempat luasnya dalam beberapa dekade terakhir.

Kesepakatan yang diumumkan pada COP26 tahun 2021 itu melibatkan pemerintah provinsi Santiago del Estero dan perusahaan rintisan asal Miami, Global Carbon Parks Inc. (GCP), yang berencana memperdagangkan kredit karbon dari kawasan lindung subnasional. Namun, investigasi menemukan bahwa Sebastián Navarro, Sekretaris Jenderal Capital Cities 35 (CC35)—aliansi wali kota terkait iklim—diduga memanfaatkan posisinya untuk menguntungkan GCP, meski secara resmi mengklaim tidak memiliki kepentingan bisnis di perusahaan tersebut.

Sejumlah mitra awal GCP, termasuk Allcot dan lembaga sertifikasi karbon Cercarbono, mundur setelah menilai metodologi kredit karbon yang dikembangkan tidak memenuhi prinsip integritas pasar karbon sukarela, seperti asas additionality. Metodologi tersebut dinilai berpotensi menghasilkan “kredit karbon sampah” karena menghitung stok karbon biomassa, bukan penyerapan karbon aktual, serta merencanakan penjualan kredit sebelum benar-benar dihasilkan.

Situasi semakin rumit ketika muncul dugaan kasus penipuan yang melibatkan pimpinan GCP dalam bisnis karbon paralel di Brasil yang menekan komunitas adat. Rekaman percakapan yang diperoleh Mongabay menunjukkan upaya di balik layar untuk menunda proses hukum demi menyelamatkan kontrak dengan pemerintah Argentina.

Pada akhirnya, kesepakatan karbon dengan Santiago del Estero gagal terealisasi pada awal 2024. Global Carbon Parks dan pemegang saham utamanya dinyatakan tidak aktif, sementara CC35 juga menghadapi sorotan atas dugaan utang dan penggunaan logo tanpa izin dalam berbagai forum iklim internasional, termasuk COP28 di Dubai.

Kasus ini menyoroti lemahnya tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas dalam skema pembiayaan iklim dan perdagangan karbon, sekaligus menjadi peringatan bahwa ambisi perlindungan hutan dapat diselewengkan oleh kepentingan bisnis dan politik.


Source:  Gloria Pallares - https://news.mongabay.com/2025/12/carbon-and-charisma-how-climate-network-cc35-tricked-its-way-to-the-limelight/

Mari Tonton Video Lengkapnya

Artikel Lainnya