Pangan Lokal, Optimisme Masyarakat Lembata Hadapi Krisis Iklim
30 Dec 2025 Nofita Ikayanti 37 Views
Berikut **rangkuman dengan format news**:
---
**Lewotolok Terus Bergejolak, Warga Lembata Bertahan dengan Pangan Lokal di Tengah Krisis Iklim**
Gunung Lewotolok (Ile Lewotolok) di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik intensif. Dentuman letusan gunung terdengar hingga Kota Lewoleba yang berjarak sekitar 25 kilometer, Kamis (7/8/2025). Warga mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tersebut setelah lebih dari setahun hidup berdampingan dengan erupsi yang mengguncang wilayah itu.
Di tengah aktivitas gunung api dan keterbatasan akses transportasi, masyarakat Lembata—khususnya Desa Tapobali, Kecamatan Wulandoni—menghadapi tantangan lain berupa kerentanan pangan akibat perubahan iklim. Curah hujan yang tak menentu menyebabkan gagal panen berulang, sebagaimana tercatat dalam sejarah desa pada 1969, 1971, 2003, dan 2014. Kondisi ini memaksa warga beradaptasi dengan pola tanam baru dan diversifikasi pangan.
Mayoritas warga Tapobali menggantungkan hidup dari pertanian lahan kering dan sumber daya laut yang dikelola secara adat melalui praktik *muro*, yakni larangan menangkap ikan pada periode tertentu demi menjaga keberlanjutan ekosistem. Namun, perubahan musim hujan yang kini bergeser dari Oktober–Maret menjadi November–April berdampak signifikan pada hasil pertanian jagung dan padi ladang.
Laporan Koalisi Pangan Baik menunjukkan bahwa 85 persen petani di Tapobali telah mengubah jenis tanaman akibat krisis iklim. Salah satu upaya adaptasi yang mulai menunjukkan hasil adalah kembali menanam sorgum, pangan lokal yang lebih tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah marginal. Setelah sempat gagal panen pada 2023, warga berhasil memanen sorgum melimpah pada 2024, bahkan hingga dua kali setahun.
Di tengah meningkatnya harga pangan nasional dan tingginya indeks kerentanan pangan Indonesia—terutama di NTT—inisiatif pangan lokal seperti sorgum, jagung, kacang-kacangan, dan umbi-umbian menjadi penopang penting ketahanan pangan masyarakat. Bagi warga Tapobali, adaptasi terhadap krisis iklim bukan sekadar pilihan, melainkan strategi bertahan hidup di tengah ancaman alam yang terus berulang.
Source; Ebed de Rosary - https://mongabay.co.id/2025/08/24/pangan-lokal-optimisme-masyarakat-lembata-hadapi-krisis-iklim/
Mari Tonton Video Lengkapnya
**Short Description:** Limbah cair industri sawit menjadi sumber emisi metana dan pencemaran lingkungan yang signifikan, namun berpotensi diubah menjadi energi terbarukan jika dikelola dengan teknologi pengolahan tertutup.
-
30 Dec 2025
- 37 Views
Pemanasan global dan kenaikan suhu laut mengancam kelangsungan hidup gurita dengan mengganggu perkembangan embrio dan fungsi penglihatan, meski spesies ini dikenal sangat adaptif.
-
30 Dec 2025
- 33 Views