Energi Terbarukan Lambat, Ganggu Target Iklim Indonesia?
30 Dec 2025 Nofita Ikayanti 36 Views
Pemerintah merevisi target bauran energi terbarukan dari 23% menjadi 17–19% dan menggeser target puncak emisi dari 2030 ke 2035, sebagaimana tercantum dalam dokumen Second Nationally Determined Contribution (SNDC) dan Peraturan Pemerintah Nomor 40/2025.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyebut hingga semester ini bauran energi terbarukan baru mencapai 16%. Pemerintah menilai keterbatasan infrastruktur transmisi menjadi kendala utama pengembangan energi bersih, sehingga peta jalan transisi energi sektor kelistrikan dimuat dalam RUPTL 2025–2034. Dokumen ini menargetkan pembangunan pembangkit energi terbarukan sebesar 42,5 GW, penyimpanan energi 10,2 GW, dengan kebutuhan investasi Rp1.682 triliun.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai skenario transisi, termasuk pensiun dini PLTU, cofiring biomassa, dedieselisasi, serta pengembangan energi baru seperti hidrogen hijau, amonia hijau, hingga nuklir. Presiden Prabowo Subianto turut mendorong pembangunan panel surya hingga 100 GW melalui skema pembangunan PLTS skala desa.
Namun, kebijakan penundaan puncak emisi menuai kritik. Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa menilai langkah ini sebagai kemunduran karena berisiko meningkatkan investasi energi fosil, menciptakan aset terlantar, dan membuat target iklim Indonesia tidak sejalan dengan Perjanjian Paris. Menurutnya, untuk kompatibel dengan target global, bauran energi terbarukan Indonesia seharusnya mencapai setidaknya 40% pada 2030.
Sementara itu, Ketua Indonesia Clean Energy Forum (ICEF) Mari Elka Pangestu menegaskan energi fosil kini memasuki fase “sunset industry”, seiring pergeseran investasi global ke teknologi energi bersih. Ia menekankan pentingnya reformasi kebijakan, insentif fiskal, instrumen nilai karbon, dan pendanaan inovatif untuk menarik investasi energi terbarukan.
Di sisi lain, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan optimisme bahwa Indonesia masih dapat berperan sebagai bagian dari solusi krisis iklim global. Ia menekankan perlunya kepemimpinan yang konsisten, visi jangka panjang, serta evaluasi berkala agar target transisi energi tetap berada di jalur yang telah ditetapkan.
Source: Themmy Doaly - https://mongabay.co.id/2025/10/23/energi-terbarukan-lambat-ganggu-target-iklim-indonesia/
Mari Tonton Video Lengkapnya
Penelitian terbaru mengungkap bahwa Arus Sirkumpolar Antarktika, arus laut terbesar di dunia yang menjaga keseimbangan iklim Bumi, pernah bergeser drastis di masa lalu dan kini kembali melemah akibat pemanasan global.
-
19 Oct 2025
- 85 Views
BMKG memperingatkan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana di Indonesia akibat perubahan iklim ekstrem. Cuaca yang tak menentu, curah hujan ekstrem, dan suhu tinggi diprediksi memicu bencana seperti banjir, longsor, hingga kekeringan. BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan adaptasi kebijakan berbasis iklim untuk mengurangi risiko serta dampak kerugian yang lebih besar di masa depan.
-
13 May 2025
- 314 Views